BLOGGER TEMPLATES AND Tagged Layouts »

Wednesday, 11 June 2014

Escherichia Coli



Escherichia Coli
Sejarah



Escheric hia Coli pertama kali diidentifikasikan oleh dokter hewanJerman, Theodor Escherich dalam studinya mengenai sistem pencernaan pada bayi hewan. Pada 1885, beliau menggambarkan organisme ini sebagai komunitas bakteri coli (Esc he ric h 1885) dengan membangun segala perlengkapan pato ge nitasnya di infe ksi saluran pencernaan. Nama “Bacterium Coli” sering digunakan sampai pada tahun 1991. Ketika Caste llani dan Chalames menemukan genus Esche richia dan menyusun tipespesies E. Coli.





Klasifikasi Ilmiah Escherichia coli 
Domain    : Bacteria 
Phylum     : Proteobacteria 
Order       : Enterobacteriales 
Family      : Enterobacteriaceae 
Genus       : Eschericha 
Spesies     : Escherichia coli



Morfologi Escherichia coli
Escherichia coli umumnya merupakan bakteri pathogen yang banyak ditemukan pada saluran pencernaan manusia sebagai flora normal. Morfologi bakteri ini adalah kuman berbentuk batang pendek (coccobasil), gram negatif, ukuran 0,4 – 0,7 µm x 1-3 µm, . terdapat tunggal, berpasangan, dan dalam rantai pendek. Biasanya tidak berkapsul. Tidak berspora. Motil atau tidak motil, peritrikus.Aerobik, anaerobik fakultatif. , seringkali menyebabkan infeksi.



 



Bakteri Escheria Coli merupakan kuman dari kelompok gram negatif, berbentuk batang dari pendek sampai kokus, saling terlepas antara satu dengan yang lainnya tetapi ada juga yang bergandeng dua-dua (diplobasil) dan ada juga yang bergandeng seperti rantai pendek, tidak membentuk spora maupun kapsula, berdiameter ± 1,1 – 1,5 x 2,0 – 6,0 µm, dapat bertahan hidup di medium sederhana dan memfermentasikan laktosa menghasilkan asam dan gas, kandungan G+C DNA ialah 50 sampai 51 mol %.


Manfaat
Bakteri E. Coli yang berada di dalam usus besar manusia berfungi untuk menekan pertumbuhan bakteri jahat, dia juga membantu dalam proses pencernaan termasuk pembusukan sisa-sisa makanan dalam usus besar. Fungsi utama yang lain dari E. Coli adalah membantu memproduksi vitamin K melalui proses pembusukan sisa makan. Vitamin K berfungsi untuk pembekuan darah misalkan saat terjadi perdarahan seperti pada luka/mimisan vitamin K bisa membantu menghentikannya.
 

Bahaya
Dalam jumlah yang berlebihan bakteri E. Coli dapat mengakibatkan diare, dan bila bakteri ini menjalar ke sistem/organ tubuh yang lain dapat menginfeksi. Seperti pada saluran kencing, jika bakteri E. Coli sampai masuk ke saluran kencing dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih/kencing [ISK], umumnya terjadi pada perilaku sek yang salah [anal sek] juga resiko tinggi bagi wanita karena posisi anus dan saluran kencingnya cukup dekat sehingga kemungkinan bakteri menyebrang cukup besar tepatnya ketika membersihkan anus setelah BAB [Buang Air Besar] untuk itu arahkan air juga tangan ke arah belakang saat membersihkan anus jangan ke depan agar tidak mengkontaminasi saluran kencing.

Sedangkan bakteri Escherichia Coli tipe O157:H7 sudah dipastikan berbahaya, E. Coli tipe O157:H7 dapat bertahan hidup pada suhu yang sangat rendah dan asam. Untuk bakteri E. Coli yang sedang mewabah di Eropa [Jerman] saat ini belum diketahui jenisnya [kemungkinan tipe O157:H7]. Selain di usus besar bakteri ini banyak juga di alam liar, jadi masak makanan dengan matang dan jaga kebersihan untuk menghindari dampak buruk dari Escherichia Coli.
Escherichia coli dalam usus besar bersifat patogen apabila melebihi dari jumlah normalnya. Galur-galur tertentu mampu menyebabkan peradangan selaput perut dan usus (gastroenteritis). Bakteri ini menjadi patogen yang berbahaya bila hidup di luar usus seperti pada saluran kemih, yang dapat mengakibatkan peradangan selaput lendir (sistitis). Escherichia coli dapat dipindahsebarkan melalui air yang tercemar tinja atau air seni orang yang menderita infeksi pencernaan, sehingga dapat menular pada orang lain. Infeksi yang timbul pada pencernaan akibat dari serangan bakteri Escherichia coli pada dinding usus menimbulkan gerakan larutan dalam jumlah besar dan merusak kesetimbangan elektrolit dalam membran mucus. Hal ini dapat menyebabkan penyerapan air pada dinding usus berkurang dan terjadi diare

Pertumbuhan Bakteri E.Coli


Pertumbuhan Bakteri E.Coli
Bakteri ini bisa menggandakan tubuhnya atau yang disebut pula dengan generasi dalam waktu 15 hingga 20 menit saja. dalam waktu tersebut bakteri ini mampu menggandakan tubuhnya menjadi dua kali lipat. Dalam bagan geometrik eksponensiall, tercatat dalam waktu 10 jam saja satu sel bakteri ini bisa menggandakan tubuhnya dan berkembang menjadi lebih dari 1 triliun sel.
Bakteri ini bisa menggandakan tubuhnya atau yang disebut pula dengan generasi dalam waktu 15 hingga 20 menit saja. dalam waktu tersebut bakteri ini mampu menggandakan tubuhnya menjadi dua kali lipat. Dalam bagan geometrik eksponensiall, tercatat dalam waktu 10 jam saja satu sel bakteri ini bisa menggandakan tubuhnya dan berkembang menjadi lebih dari 1 triliun sel.
Escherichia coli dapat tumbuh di medium nutrien sederhana, dan dapat memfermentasikan laktosa dengan menghasilkan asam dan gas (Pelczar dan Chan, 2005:169). Kecepatan berkembangbiak bakteri ini adalah pada interval 20 menit jika faktor media, derajat keasaman dan suhu tetap sesuai. Selain tersebar di banyak tempat dan kondisi, bakteri ini tahan terhadap suhu, bahkan pada suhu ekstrim sekalipun. Suhu yang baik untuk pertumbuhan bakteri ini adalah antara 80C-460C, tetapi suhu optimumnya adalah 370C. Oleh karena itu, bakteri tersebut dapat hidup pada tubuh manusia dan vertebrata lainnya.

Sumber Penyebaran Bakteri E.Coli

 



Daging
E. coli umum terdapat dalam daging. Daging bisa terkontaminasi selama pengolahan dan ketika tidak dimasak sampai matang.
Itu sebab, direkomendasikan memasak daging dengan suhu minimal 70 derajat Celsius untuk membunuh bakteri.
Anda juga harus menyimpan daging dalam freezer sebelum digunakan untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi dan mencegah peningkatan populasi E. coli yang mungkin sudah ada sebelumnya di dalam daging.


Susu dan Keju
Produk susu juga berpotensi terkontaminasi oleh bakteri E. coli. Selalu lakukan Pasteurisasi pada produk susu, keju dan masak telur sampai matang untuk mencegah kontaminasi E. coli.
Pasteurisasi merupakan proses memanaskan semua produk susu pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri yang ada.



 Buah dan Sayuran
Seperti halnya dengan daging dan produk susu, buah-buahan dan sayuran juga dapat terkontaminasi E. coli saat kontak dengan air yang terinfeksi.
Mencuci buah-buahan dan sayuran sebelum dikonsumsi akan menurunkan risiko terinfeksi oleh E. coli.



 Kolam Renang, Danau, Sungai, dll
E.coli juga dapat bertahan hidup pada sumber-sumber air yang terkontaminasi seperti danau, kolam renang, dan kolam.
Pastikan kolam renang yang Anda gunakan telah diuji kandungan E. coli nya secara teratur.
Hindari kolam dan danau yang juga digunakan oleh hewan ternak karena risiko terkontaminasi E. coli akan semakin besar.

Perngaruh Racun E.coli Yang Berlebihan Bagi Sistem Tubuh Manusia

Berikut adalah sistem tubuh yang terpengaruh oleh racun E. coli :

Gasterointestinal
Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi merupakan penyebab utama infeksi E. coli.
Dalam usus, bakteri ini menghasilkan racun yang mengiritasi dan akhirnya merusak lapisan usus, menyebabkan kolitis hemolitik atau hemoragik.
Kerusakan jaringan akan memicu kram perut dan diare berdarah yang bisa berlangsung selama lebih dari seminggu.

Ginjal
Kerja ginjal juga dapat dipengaruhi oleh E.coli.
Terutama pada anak-anak, sindrom uremik hemolitik (SUH) dapat terjadi dan bisa berakibat mematikan.
Nama penyakit ini mengacu pada hemolisis, atau sel darah merah yang terurai.
Serpihan sel darah merah yang telah terurai lantas menyumbat tubulus ginjal, sehingga ginjal tidak dapat lagi memproduksi urin.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu kegagalan ginjal.

Peredaran darah
Sebuah kondisi yang mirip dengan SUH yang disebut sebagai thrombocytopenic purpura (TTP) juga dapat terjadi akibat infeksi E.coli.
Sering menyerang orang lanjut usia, TTP mirip dengan anemia yang disertai komplikasi lain seperti demam, dan gagal ginjal.
Tingkat kematian untuk TTP dapat mencapai 50 persen.








0 comments: